KOMPAS - Sabtu, 15 Jan 2005 Halaman: 31 Penulis: Mulyadi, Agus Ukuran: 6385 Foto: 1
DANAU MAS REJANG LEBONG BENGKULU BELUM BERKILAU
KABUT cukup tebal menyelimuti kawasan pegunungan itu pada Minggu
pagi pekan terakhir Desember 2004. Di jalan, pengendara kendaraan
bermotor beroda empat dan dua menyalakan lampu.
DI sebuah lembah yang dikitari oleh perbukitan, sekelompok ibu-
ibu pedagang tengah menata dagangan mereka di atas meja-meja.
Sekelompok pemuda berjaket tengah berkerumun di tempat parkir
kendaraan yang masih kosong. Beberapa orang di antara mereka tengah
merokok, mungkin untuk mengurangi udara dingin. Dua orang di antara
mereka lalu mencoba menyalakan api di setumpukan kayu, persis di
batas luar lahan parkir.
Kecuali ibu-ibu pedagang dan kelompok pemuda, tidak ada orang
lain terlihat di kawasan itu. Kesan sepi terasa menaungi kawasan
berhawa sejuk tersebut. Di kejauhan, di punggung-punggung bukit yang
mengelilingi danau dan kebetulan tidak diselimuti kabut, tanaman
sayuran berbagai jenis terlihat hijau subur. Samar-samar terlihat
sejumlah petani tengah memetik sayuran di kebun mereka. Pemandangan
dan udara pagi terasa segar.
"Pada hari Minggu seperti sekarang ini biasanya pada siang nanti
pasti akan datang banyak pengunjung. Akan tetapi mungkin saja hari
ini sepi, tergantung hujan turun atau tidak," ucap Darmawan, salah
seorang pemuda di tempat parkir.
Kendati senyap masih menyergap, kawasan wisata Danau Mas di Desa
Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong,
Provinsi Bengkulu, itu terasa menyimpan potensi keindahan alami yang
menawan. Meskipun obyek wisata yang ditawarkan hanyalah berupa danau
di perbukitan, kawasan itu tetap menawan bagi pengunjung yang datang.
Terlebih lagi, kawasan Rejang Lebong sedikit memiliki obyek wisata.
Kawah Bukit Kaba dan Air Panas Suban hanyalah dua lokasi wisata lain
yang menjadi pilihan wisatawan di daerah itu.
Danau Mas terletak sekitar 19 kilometer dari Curup, ibu kota
Kabupaten Rejang Lebong, atau sekitar 25 kilometer dari Lubuk
Linggau, Sumatera Selatan. Danau ini terletak di tepi jalan yang
menghubungkan dua kota bertetangga tetapi lain provinsi tersebut.
Lokasi Danau Mas akan dengan mudah terlihat oleh para pengguna
jalan yang tengah melintas. Letak danau yang berada di lembah, persis
di bagian bawah tepi jalan, memudahkan pemakai jalan untuk melihatnya.
"Pengunjung yang datang ke sini, sebagian memang pemakai jalan
yang tengah melintas, baik ke arah Lubuk Linggau maupun ke arah Curup
dan Bengkulu," kata seorang tukang parkir.
***
DANAU Mas memang menjadi pilihan yang menarik untuk sekadar
menghilangkan penat, terutama bagi warga Kota Bengkulu dan daerah
pantai lain di Bengkulu. Dengan datang ke lokasi wisata ini, paling
tidak warga yang umumnya berdiam tak jauh dari pantai mendapatkan
suasana lain, yakni pegunungan, termasuk udaranya yang sejuk dan
segar.
Warga Lubuk Linggau pun hanya memiliki pilihan lokasi wisata
berhawa sejuk di Danau Mas. Perbedaan iklim dan suhu udara menjadikan
kawasan wisata ini menjadi pilihan yang tidak boleh ditinggalkan.
Apalagi di Lubuk Linggau tidak ada lokasi wisata berudara sejuk
seperti Danau Mas.
Namun sayang, potensi begitu besar yang dapat mendukung
berkembangnya bisnis wisata danau tersebut rupanya belum menjadi
prioritas pemerintah daerah setempat untuk mengembangkannya.
Fasilitas pendukung tempat wisata itu jauh dari memadai.
Untuk penunjang wisata utama, yaitu danau, misalnya, saat ini
hanya tersedia beberapa sepeda air. Terbatasnya fasilitas pendukung
itu menyebabkan pengunjung yang hendak bermain-main di danau kerap
harus lama antre bersama pengunjung lain.
Fasilitas pendukung lain hanya berupa taman di bawah pepohonan di
sisi timur danau. Di lokasi ini terdapat pula beberapa kursi ayun
besi, yang biasa digunakan bermain oleh anak- anak atau pasangan muda-
mudi yang tengah berpacaran. Meski dengan fasilitas terbatas, tempat
di tepi danau ini tetap cukup lumayan bagi keluarga yang hendak
melepas penat dan bagi anak-anak mereka yang mendapat hiburan sehat.
Dengan fasilitas yang masih terbatas, Danau Mas tetap menjadi
pilihan warga untuk berkunjung karena memang tidak ada pilihan tempat
wisata sejenis di kawasan itu. Menurut Burmawi, pengelola Danau Mas,
pada hari Minggu atau hari libur rata-rata 300 pengunjung datang ke
tempat wisata alam tersebut.
"Jumlah pengunjung akan semakin banyak pada waktu digelar
panggung hiburan di tempat ini," katanya.
Pada hari-hari biasa, ungkap Burmawi, jumlah pengunjung tak
terlalu banyak. Jumlahnya hanya puluhan orang. Ia mengakui, masih
sedikitnya pengunjung yang datang ke danau dengan nama resmi Danau
Mas Harun Bastari itu memang karena masih terbatasnya fasilitas
pendukung.
Saat ini di sekitar kawasan danau seluas 36 hektar yang dibuka
sebagai tempat wisata pada tahun 1980-an tersebut hanya terdapat tiga
vila dan satu hotel. Semuanya itu dikelola oleh swasta.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sendiri sebenarnya tak tinggal
diam. Malah pemerintah kabupaten telah mengalokasikan anggaran
belasan miliar rupiah untuk membangun kawasan wisata Danau Mas yang
lebih representatif. Selain akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas
pendukung danau dan taman di sekelilingnya, sebanyak 100 vila juga
akan dibangun di perbukitan di atas danau.
Hingga pembangunan terhenti, seperti yang terlihat pada akhir
Desember 2004, sebanyak 53 vila telah dibangun. Dari lokasi di
ketinggian itu, Danau Mas dan sekitarnya bisa terlihat. Sementara
untuk kawasan danau sendiri belum ada penambahan fasilitas pendukung,
termasuk rencana membangun rumah makan di pulau yang ada di tengah
danau. Belum jelas mengapa rencana besar itu terhenti.
Terhentinya proyek pembangunan Danau Mas tentu saja menyebabkan
danau tersebut tetap merana. Pengunjung pun tetap hanya bisa
menikmati fasilitas wisata yang terbatas. Danau Mas memang belum
sekemilau seperti namanya. Kemilau Danau Mas masih tertutup kabut
setumpuk permasalahan pengelolaannya. (AGUS MULYADI)
Foto: 1
Kompas/Agus Mulyadi
BELUM BERKILAU-Danau Mas yang dikelilingi keindahan perbukitan Rejang
Lebong hingga kini masih merana. Tempat wisata alam ini belum memiliki
fasilitas pendukung yang memadai.
Peta: 1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar