KOMPAS - Kamis, 15 Apr 2004 Halaman: 32 Penulis: Mulyadi, Agus Ukuran: 5139
SEMUANYA BISA DIMULAI DARI MENTOK
MENTOK adalah ibu kota Kabupaten Bangka Barat yang sudah
termasyhur sejak berabad silam. Kota pelabuhan ini sudah dikenal
sejak zaman Belanda dulu. Di kota ini terdapat Pelabuhan Muntok yang
begitu dikenal.
Dari pelabuhan inilah lada putih Bangka yang begitu tersohor
dikapalkan dan dikirim ke Eropa. Dari pelabuhan yang hingga kini
masih tetap dioperasikan itulah timah Bangka juga dikapalkan dan
dibawa dari bumi Nusantara oleh perusahaan-perusahaan milik bangsa
kulit putih dahulu kala.
Mentok juga masuk dalam catatan penting sejarah Indonesia. Di
kota inilah para pemimpin republik yang baru lahir, Indonesia, sempat
dibuang. Soekarno dan Hatta adalah dua di antara sejumlah pemimpin
yang pernah merasakan hidup di Mentok.
Pesanggrahan Menumbing di puncak Bukit Menumbing yang sempat
menjadi kediaman dua pendiri republik tersebut hingga kini masih
kokoh berdiri. Satu bangunan lain, Wisma Ranggam, yang juga menjadi
tempat tinggal Soekarno, masih berdiri megah, terlebih lagi sekarang
tengah dipugar.
Dua bangunan bersejarah itu seakan menjadi saksi kebesaran Mentok
dahulu kala. Bangunan tua lain di seantero pelosok kota seakan
menjadi bukti pelengkap kejayaan Mentok beberapa abad silam. Salah
satu bangunan tua itu adalah Mercu Suar Tanjung Kelian. Bangunan
tersebut dibangun lebih dari satu abad yang lalu.
Bukti-bukti sejarah perjalanan Mentok itu menjadi salah satu
potensi untuk mengembangkan Kabupaten Bangka Barat. Kabupaten yang
dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tersebut
memisahkan diri dari induknya, Kabupaten Bangka.
Wisata sejarah dengan mengandalkan berbagai bangunan tua di
Mentok dapat menjadi salah satu andalan memajukan Bangka Barat.
Namun, sayang, potensi luar biasa tersebut hingga kini belum tergarap
dengan baik. Andalan wisata yang sudah digarap serius hanyalah
Pesanggrahan Menumbing.
Kejayaan Mentok masa lalu, hingga kini sebenarnya masih bisa
dilihat pula dari tetap beroperasinya pabrik timah PT Timah. Inilah
pabrik timah terbesar di dunia, dengan produksi yang tidak tersaingi
oleh pabrik sejenis di belahan bumi mana pun. Di pabrik ini bijih
timah dieksploitasi dari Pulau Bangka dan sekitarnya.
***
SAMA seperti kabupaten lain di Pulau Bangka, kabupaten baru ini
pun tidak bisa lepas dari sentuhan tangan-tangan nakal penambang
timah ilegal.
Beroperasinya para penambang timah ilegal tersebut tidak terlepas
dari keterlibatan para penadah alias cukong. Mereka inilah yang
menampung timah rakyat dan mendapatkan keuntungan besar setelah
menyelundupkan ke luar negeri.
Akan tetapi, penambangan timah inkonvensional itu dipercaya tidak
akan kekal, malah akan merusak bumi Bangka Barat dan kehidupan
rakyatnya. Jika tidak dihentikan, tambang timah ilegal yang hanya
memperkaya para cukongnya itu dipercaya akan membuahkan kemiskinan
bagi warga.
Demi kesejahteraan rakyat di masa depan itulah, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat akan menggali semua potensi sumber
daya alam yang tergolong luar biasa dari daerah itu. Sejumlah potensi
yang akan dikembangkan adalah perikanan laut, perkebunan sawit, dan
tambang di luar timah, seperti granit dan pasir kuarsa.
Menurut Pejabat Bupati Bangka Barat Syaiful Rachman, satu potensi
tambang lain di daerahnya adalah bauksit. "PT Aneka Tambang telah
melakukan penelitian kandungan bauksit yang berada di daerah Jebus
tersebut," katanya.
Pengembangan Bangka Barat ke depan, menurut Syaiful Rachman,
tidak hanya mengandalkan hasil alam mentah. Industri pun akan
dibangun di daerah itu, dengan memanfaatkan hasil alam yang ada.
Pembangunan industri tersebut tentu saja mendapat dukungan dari
pelabuhan laut sehingga akan memudahkan distribusi produksinya ke
daerah atau negara lain. Pelabuhan baru yang kini tengah dalam tahap
penyelesaian telah dibangun di kawasan Pantai Tanjung Kelian.
Semua kapal besar, termasuk feri, nantinya akan berlabuh di
pelabuhan baru ini. Sementara itu, Pelabuhan Muntok akan dikhususkan
untuk pelabuhan kapal cepat yang melayani perjalanan Palembang-Mentok
dan perahu-perahu nelayan.
Saiful Rachman menyebutkan, segala upaya akan dilakukan demi
kesejahteraan rakyat. Dengan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun
anggaran 2004 ini hanya sebesar Rp 9 miliar, Kabupaten Bangka Barat
hendak melangkah lebih maju, sesuai dengan cita-cita pembentukannya.
Titik awal pembangunan Bangka Tengah itu sendiri bisa dimulai
dari Mentok. Dukungan pelabuhan laut akan lebih memudahkan memajukan
daerah ini dan menggoda para investor untuk datang menanamkan
modalnya di daerah ini.
Dari Mentok pula pembangunan demi kemajuan itu bisa dimulai,
salah satunya dengan mengoptimalkan wisata sejarah. Pesona kota tua
Mentok dengan banyak bangunan kunonya akan membuka mata siapa pun
untuk datang, termasuk para investor. Pembangunan Bangka Barat memang
bisa dimulai dari Mentok. (AGUS MULYADI)
Jumat, 01 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar