KOMPAS - Senin, 23 Apr 2007 Halaman: 27 Penulis: Mulyadi, Agus Ukuran: 3565 Foto: 1
Tujuan Wisata
MEDINA, KOTA TUA YANG SELALU DIJEJALI TURIS
Penataan kawasan kota tua di Jakarta mungkin harus dilakukan pula
dengan membandingkannya terlebih dulu dengan Medina, kota tua di
Tunis, ibu kota Tunisia.
Tujuan Wisata
MEDINA, KOTA TUA YANG SELALU DIJEJALI TURIS
Penataan kawasan kota tua di Jakarta mungkin harus dilakukan pula
dengan membandingkannya terlebih dulu dengan Medina, kota tua di
Tunis, ibu kota Tunisia.
Magnet bagi pengujung untuk datang ke kawasan itu adalah
berbelanja cendera mata. Segala macam suvenir khas dapat dibeli
jutaan turis yang datang ke Tunis. Ketika belakangan kemudian
diketahui suvenir tersebut buatan China, Indonesia, atau negara lain,
itu urusan nanti.
berbelanja cendera mata. Segala macam suvenir khas dapat dibeli
jutaan turis yang datang ke Tunis. Ketika belakangan kemudian
diketahui suvenir tersebut buatan China, Indonesia, atau negara lain,
itu urusan nanti.
Medina adalah bukti bahwa kota tua dapat dijual sebagai tempat
tujuan wisata. Hampir semua wisatawan ke Tunisia yang datang melalui
Tunis dipastikan mengunjungi kawasan Medina. Kawasan ini terletak di
pusat kota dan berada di ujung Avenue de France, salah satu jalan
utama di kota itu.
Pengunjung umumnya menjejali lorong-lorong di antara bangunan tua
di Medina sekadar untuk membeli oleh-oleh khas dari negara itu.
Suvenir berbagai jenis bisa didapatkan di ribuan toko yang menempati
bangunan-bangunan tua dan dipisahkan lorong-lorong dengan lebar
kurang dari 1,5 meter.
di Medina sekadar untuk membeli oleh-oleh khas dari negara itu.
Suvenir berbagai jenis bisa didapatkan di ribuan toko yang menempati
bangunan-bangunan tua dan dipisahkan lorong-lorong dengan lebar
kurang dari 1,5 meter.
Gelang, kalung, cincin, jaket, selendang, dan banyak macam hasil
kerajinan rakyat dengan mudah dapat ditemui di semua toko. Harganya
bervariasi mulai dari yang termurah seharga satu dinar Tunisia
(sekitar Rp 8.000) hingga ribuan dinar untuk karpet kualitas terbaik,
misalnya.
kerajinan rakyat dengan mudah dapat ditemui di semua toko. Harganya
bervariasi mulai dari yang termurah seharga satu dinar Tunisia
(sekitar Rp 8.000) hingga ribuan dinar untuk karpet kualitas terbaik,
misalnya.
Untuk memasuki kawasan Medina, terdapat tiga pintu utama meskipun
sebenarnya kota tua itu dapat dimasuki dari lorong mana saja.
Salah satu pintu masuk utamanya terletak di ujung Avenue de
France dan disebut Bab al Bahr atau Porte de France yang menghadap ke
arah timur. Sementara tiga pintu lainnya adalah Bab Souika, Bab
Carthage, dan Bab Jazirah.
sebenarnya kota tua itu dapat dimasuki dari lorong mana saja.
Salah satu pintu masuk utamanya terletak di ujung Avenue de
France dan disebut Bab al Bahr atau Porte de France yang menghadap ke
arah timur. Sementara tiga pintu lainnya adalah Bab Souika, Bab
Carthage, dan Bab Jazirah.
Masjid Ezzitouna
Selain belanja aneka cenderamata, pengunjung ke kawasan kota tua
Medina umumnya berkunjung ke Masjid Ezzitouna yang berada di tengah-
tengah pasar. Masjid itu dibangun pada tahun 732 Masehi atau 114
Hijriah oleh Ubaidillah an al-Habhab, Gubernur Afrika pada masa
pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah.
Selain belanja aneka cenderamata, pengunjung ke kawasan kota tua
Medina umumnya berkunjung ke Masjid Ezzitouna yang berada di tengah-
tengah pasar. Masjid itu dibangun pada tahun 732 Masehi atau 114
Hijriah oleh Ubaidillah an al-Habhab, Gubernur Afrika pada masa
pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah.
Selain masjid itu, di Medina banyak bangunan lain yang selalu
dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah rumah makan Dar Bel Hadj
yang terletak di salah satu lorong kecil dalam kawasan kota tua itu.
dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah rumah makan Dar Bel Hadj
yang terletak di salah satu lorong kecil dalam kawasan kota tua itu.
Dari luar, bangunan terlihat kumuh seperti banyak bangunan tua
lain di Medina. Namun, saat berada di dalam, kondisinya sungguh
mencengangkan. Semua dinding ruangan ditempeli keramik kuno. Ruangan
tanpa penyejuk udara itu pun terasa sejuk. Di Dar Bel Hadj pengunjung
bisa memesan masakan khas Tunisia, masakan daging kambing sepiring
penuh nan lezat.
lain di Medina. Namun, saat berada di dalam, kondisinya sungguh
mencengangkan. Semua dinding ruangan ditempeli keramik kuno. Ruangan
tanpa penyejuk udara itu pun terasa sejuk. Di Dar Bel Hadj pengunjung
bisa memesan masakan khas Tunisia, masakan daging kambing sepiring
penuh nan lezat.
Medina telah menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang
datang ke Tunis. "Medina memang menjadi salah satu tempat tujuan
wisata di Tunis, termasuk Masjid Ezzitouna di dalamnya," ucap Amel,
dosen di salah satu perguruan tunggi di Tunis yang sempat memandu
beberapa wisatawan asal Indonesia, pekan pertama April lalu.
datang ke Tunis. "Medina memang menjadi salah satu tempat tujuan
wisata di Tunis, termasuk Masjid Ezzitouna di dalamnya," ucap Amel,
dosen di salah satu perguruan tunggi di Tunis yang sempat memandu
beberapa wisatawan asal Indonesia, pekan pertama April lalu.
Dengan terus dipelihara dan dikelola dengan baik, kota tua
peninggalan sejarah masa lalu Tunisia itu dapat menjadi daya tarik
bagi pengunjung untuk datang. Perekonomian warga setempat dan
sekitarnya pun terus bergerak, seiring terus berdatangannya jutaan
turis dari berbagai negara.
peninggalan sejarah masa lalu Tunisia itu dapat menjadi daya tarik
bagi pengunjung untuk datang. Perekonomian warga setempat dan
sekitarnya pun terus bergerak, seiring terus berdatangannya jutaan
turis dari berbagai negara.
Kapan kondisi serupa bisa terwujud di kawasan kota tua Jakarta?
(agus mulyadi)
(agus mulyadi)
Foto: 1
kompas/agus mulyadi
Bab al Bahratau biasa disebut Porte de France adalah salah satu pintu
masuk ke kawasan kota tua Medina.
kompas/agus mulyadi
Bab al Bahratau biasa disebut Porte de France adalah salah satu pintu
masuk ke kawasan kota tua Medina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar